2308026254_b54967cb34

Perjalanan Yang Jauh

Perjalanan kita bersama masih jauh, tetapi dekat.
Hujung perjalanan yang kita semua tujui adalah
mardhatillah. Nun di dunia satu lagi. Tetapi ajal kita
tiba dulu sebelum dunia satu lagi dibentangkan.
Dalam perjalanan singkat berpenghujungkan
kehidupan yang kekal, terlalu banyak ujian dan tipu
daya yang akan mengoncang jati diri kita, kecuali
yang benar-benar beriman dan bertaqwa.
Andai kata kita terpedaya, kecewalah kita.
Andaikata kita terus istiqamah dan mendahulukan
Redha Allah dalam apa jua keadaan, berjayalah
kita.

Untuk itu kita menempatkan diri dalam jamaa’ah –
untuk dibimbing dan membimbing. Untuk ditongkat
ketika lemah, dibalut ketika luka, di hiburkan ketika
duka, dibangunkan ketika rebah. Aib kita diselimuti
ukhuwah dan kasih sayang. Kekuatan kita sama
dikongsi. Untuk kejayaan perjuangan. Lelah sama
dirasai. Kejayaan sama dirai.
Teluk Kemang Pasir Mendi
Patah hati tiba di kota
Jika iman penuh sekendi
Jujur kiranya ketika bicara
Bersimpuh kita berusrah. Hati-hati kita diikat
dengan beban dakwah. Doa menjadi penyimpul
antara jiwa-jiwa kita. Yang jauh mendoakan. Yang
dekat bertambah erat.
Jika saya dikira abang, kerana lebih sedikit usia
perjuangan, apakah pesan saya pada kalian?
Saya berpesan dengan pesan Al Qur’an, ada surah
Al Anfal: 8:46

Dan taatlah kepada Allah dan
Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan
kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.


Janganlah kita berpecah. Janganlah ditempuh jalan
perpecahan. Nanti hilang kekuatan kita.
Selain itu, bersifat mukminahlah anda semua.
Anda akan memimpin perubahan.

Perubahan yang membawa rahmat yang dinantikan.